Selasa, 13 Mei 2014

Ilmu Detective

Ilmu Forensik


Kali ini aku akan share tentang Ilmu Forensik yang aku dapatkan dari sebuah forum & googling , apa Ilmu Forensik itu ?
Ilmu Forensik adalah sebuah penerapan dari berbagai ilmu pengetahuan, untuk mencari fakta-fakta dari sebuah pembunuhan/kejadian, serta untuk mencari fakta dari bukti fisik. Gimana ? mudeng ato mubeng, ya gini aja, forensik itu adalah ilmu untuk melakukan pemeriksaan, pengumpulan, dan penganalisaan bukti-bukti fisik yang ditemukan di tempat kejadian perkara dan kemudian dihadirkan di dalam sidang pengadilan. Nah ini lebih simpel.
Dalam Ilmu Forensik ada beberapa subdivisi, antara lain :
1.   Criminalistics
Ilmu forensik yang menganalisa dan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan bukti-bukti biologis, bukti jejak, bukti sidik (seperti sidik jari, jejak sepatu, dan jejak ban mobil), controlled substances (zat-zat kimia yang dilarang oleh pemerintah karena bisa menimbulkan potensi penyalahgunaan atau ketagihan), ilmu balistik (pemeriksaan senjata api) dan bukti-bukti lainnya yang ditemukan pada TKP. Biasanya, bukti-bukti tersebut diproses didalam sebuah laboratorium (crime lab).
2.   Forensic Anthropology
Ilmu forensik yang menerapkan ilmu antropologi fisik (yang mana dalam arti khusus adalah bagian dari ilmu antropologi yang mencoba menelusuri pengertian tentang sejarah terjadinya beraneka ragam manusia dipandang dari sudut ciri-ciri tubuhnya) dan juga menerapkan ilmu osteologi (yang merupakan ilmu anatomi dalam bidang kedokteran yang mempelajari tentang struktur dan bentuk tulang khususnya anatomi tulang manusia) dalam menganalisa dan melakukan pengenalan terhadap bukti-bukti yang ada (contoh penerapan dari ilmu forensik ini adalah misalnya melakukan pengenalan terhadap tubuh mayat yang sudah membusuk, terbakar, dimutilasi atau yang sudah tidak dapat dikenali).
3.   Digital Forensic (Computer Forensic)
Ilmu forensik yang melakukan pemeriksaan dan menganalisa bukti legal yang ditemui pada komputer dan media penyimpanan digital, misalnya seperti flash disk, hard disk, CD-ROM, pesan email, gambar, atau bahkan sederetan paket atau informasi yang berpindah dalam suatu jaringan komputer.
4.   Forensic Enthomology
Ilmu Forensik yang mengevaluasi aktifitas serangga dengan berbagai teknik untuk membantu memperkirakan saat kematian dan menentukan apakah jaringan tubuh atau mayat telah dipindah dari suatu lokasi ke lokasi lain, biasanya sih serangga yang digunakan adalah Lalat / Belatung.
5.   Forensic Archaeology
Ilmu Forensik yang merupakan aplikasi dari prinsip-prinsip arkeologi, teknik-teknik dan juga metodologi-metodologi yang legal / sah. Arkeolog biasanya dipekerjakan oleh polisi atau lembaga-lembaga hukum yang ada untuk membantu menemukan, menggali bukti-bukti yang sudah terkubur pada tempat kejadian perkara.
6.   Forensic Geology
Ini adalah Ilmu Forensik yang memperlajari tetang bumi dan menghubungkannya dengan ilmu kriminologi. Cara kerjanya adalah dengan menganalisis jenis tanah, batuan, serta forensik geologist yang dapat menentukan dimana kejahatan terjadi atau darimana pelaku berasal walaupun cangkupannya luas setidaknya lokasi asal pelaku dapat diperkecil cangkupannya. Misalnya terjadi pembunuhan disuatu tempat, dan pelaku meninggalkan jejak (seumpamanya sesuatu yang ditinggalkan oleh sepatu sipelaku) berupa pasir. Dan pada kenyataannya diketahui bahwa di sekitar TKP tidak ada jenis pasir yang ditinggalkan oleh sepatu si pelaku, maka akan dapat diketahui dimana pelaku berasal atau dimana pelaku pernah singgah.
7.   Forensic Meteorology
Ilmu Forensik untuk merekonstruksi kembali kejadian cuaca yang terjadi pada suatu lokasi tertentu. Hal ini dilakukan dengan mengambil arsip catatan informasi cuaca yang meliputi pengamatan suatu permukaan bumi, radar, satelit, informasi sungai, dan lain sebagainya pada lokasi tersebut. Forensik meteorologi paling sering digunakan untuk kasus-kasus pada perusahaan asuransi (mengclaim gedung yang rusak karena cuaca misalnya), pada investigasi kecelakaan mobil (apakah terjadi kecelakaan karena jalanan yang licin akibat hujan, dsb) atau investigasi pembunuhan (untuk mengetahui waktu kematian korban, dengan membandingkan deng suhu sekitar).
8.   Forensic Odontology
Ilmu Forensik untuk menentukan identitas individu melalui gigi yang telah dikenal sejak era sebelum masehi. Kehandalan teknik identifikasi ini bukan saja disebabkan karena ketepatannya yang tinggi sehingga nyaris menyamai ketepatan teknik sidik jari, akan tetapi karena kenyataan bahwa gigi dan tulang adalah material biologis yang paling tahan terhadap perubahan lingkungan dan terlindung. Gigi merupakan sarana identifikasi yang dapat dipercaya apabila rekaman data dibuat secara baik dan benar. Beberapa alasan dapat dikemukakan mengapa gigi dapat dipakai sebagai sarana identifikasi adalah sebagai berikut :
-          Gigi adalah merupakan bagian terkeras dari tubuh manusia yang komposisi bahan organic dan airnya sedikit sekali dan sebagian besar terdiri atas bahan anorganik sehingga tidak mudah rusak, terletak dalam rongga mulut yang terlindungi.
-          Manusia memiliki 32 gigi dengan bentuk yang jelas dan masing-masing mempunyai lima permukaan.
 9.   Forensic Pathology
Ilmu Forensik yang berkaitan dengan mencari penyebab kematian berdasarkan pemeriksaan pada mayat ( otopsi) . Ahli patologi secara khusus memusatkan perhatian pada posisi jenazah korban, bekas-bekas luka yang tampak, dan setiap bukti material yang terdapat di sekitar korban, atau segala sesuatu yang mungkin bisa memberikan petunjuk awal mengenai waktu dan sebab-sebab kematian.
10.   Forensic Psychiatry dan Psychology
Adalah ilmu forensik yang menyangkut keadaan mental tersangka atau para pihak dalam perkara perdata. Ilmu forensik sangat dibutuhkan jika di dalam suatu kasus kita menemukan orang yang  pura-pura sakit, anti sosial, pemerkosa, pembunuh, dan masalah yang menyangkut    seksual lainnya seperti homoseksual, waria, operasi ganti kelamin, pedofilia, dan maniak.
11.   Forensic Toxicology
Adalah penggunaan ilmu toksikologi dan ilmu-ilmu lainnya seperti analisis kimia, ilmu farmasi dan kimia klinis untuk membantu penyelidikan terhadap kasus kematian, keracunan, dan penggunaan obat-obat terlarang. Fokus utama pada forensik toksikologi bukan pada hasil dari investigasi toksikologi itu sendiri (seperti org tersebut menggunakan narkoba titik !, orang tersebut mati karena racun titik ! ), melainkan lebih memfokuskan pada teknik-teknik atau teknologi yang digunakan untuk mendapatkan dan memperkirakan hasil tersebut (mksdnya adalah bagaimana dan apa yang menyebabkan orang tersebut keracunan, bagaimana orang tersebut bisa keracunan, dsb).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

About Me

Foto saya
Love chemistry so much, thank you for visit my blog.. Arigatou gozaimasu..

Blogger news

Popular Posts

Blogroll

Pages